Ditulis oleh al-Mawaddah di/pada 18 Februari, 2009
Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketenteraman jiwa), mawaddah (rasa cinta), dan rohmah (kasih sayang). Alloh Ta’ala berfirman:
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang berpikir. (QS. ar-Rum [30]: 21)
Baca Selengkapnya…
Ditulis dalam Taman Pasutri | Bertanda: Istri, Keluarga, Suami | Leave a Comment »
Ditulis oleh al-Mawaddah di/pada 8 Januari, 2009
Oleh : Al-Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

{ al-Mawaddah Edisi 05 Tahun 2 }
Buat istriku yang kucinta, semoga engkau berbahagia.
Aku tidak tahu dari mana harus memulai menuliskan beberapa rumpun kalimat buatmu, wahai istriku. Aku juga tidak tahu apakah kepolosanku dan ketulusanku ini akan mendapat sambutanmu. Tapi aku tiada pedulikan itu. Yang pasti, aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku adalah suamimu.
Baca Selengkapnya…
Ditulis dalam Taman Pasutri | Bertanda: Istri, Nisa', pernikahan, Suami | Leave a Comment »
Ditulis oleh al-Mawaddah di/pada 9 Desember, 2008
Oleh: Abu Ammar al-Ghoyami
Nafkah istri atau sering disebut ‘uang belanja’ ternyata memiliki peran yang cukup apik bagi banyak pasutri. Ia juga berperan aktif dalam menopang kokohnya bangunan rumah tangga. Bagi suami yang bertipe laki-laki sejati yang bertanggung jawab akan mudah baginya memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara halal lagi baik, sehingga akan membahagiakan istri dengan memenuhi hak-haknya. Di sisi lain, ada istri yang bertipe tak tahu diuntung, tidak lagi peduli dengan apa yang harus dia lakukan dengan nafkah pemberian suaminya, maka petaka pun tak kuasa dihindari dan badai pun mengguncang biduk yang sedang berlayar di tengah samudra.
Cekcok terjadi, maudhu’ (tema)-nya “belanja keluarga”. Yang dipermasalahkan, pada umumnya bukan perihal suami yang tidak sedikitpun memberi istri belanja keluarga, namun tentang sedikitnya jumlah belanja yang diberikan sementara kemampuan suami sangat terbatas dalam memberi nafkah yang mencukupi, juga karena tuntutan istri kepada suaminya meminta uang belanja yang lebih besar jumlahnya serta tidak merasa cukup dengan nafkah yang wajar dan sesuai dengan keadaan. Hal-hal inilah yang mengakibatkan timbulnya keluhan dan benturan dalam kehidupan pasutri.
Baca Selengkapnya…
Ditulis dalam Taman Pasutri | Bertanda: Istri, Keluarga, pernikahan, Suami | Leave a Comment »