<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>al-Mawaddah</title>
	<atom:link href="http://almawaddah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almawaddah.wordpress.com</link>
	<description>Majalah Keluarga Muslim ( Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Rohmah )</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2009 17:15:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='almawaddah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>al-Mawaddah</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://almawaddah.wordpress.com/osd.xml" title="al-Mawaddah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://almawaddah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>www.almawaddah.or.id</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/04/21/www-almawaddah-or-id/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/04/21/www-almawaddah-or-id/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 16:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[almawaddah]]></category>
		<category><![CDATA[www.almawaddah.or.id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah telah di rilis website baru www. almawaddah.or.id Kepada para pembaca yang terhormat, mohon memberi masukan, kritik membangun dan komentarnya. Agar ke depannya almawaddah yang kita cintai ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kita semua. Jazakumullohu Khoiron Katsiron (Semoga Alloh membalas Anda semua dengan kebaikan yang lebih banyak) Silahkan klik di sini untuk menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=870&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://almawaddah.or.id" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-243" title="www.almawaddah.or.id" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/04/almawaddah.png" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Alhamdulillah telah di rilis website baru <a href="http://almawaddah.or.id" target="new">www. almawaddah.or.id</a></p>
<p style="text-align:center;">Kepada para pembaca yang terhormat, mohon memberi masukan, kritik membangun dan komentarnya.<br />
Agar ke depannya almawaddah yang kita cintai ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p style="text-align:center;">Jazakumullohu Khoiron Katsiron<br />
(Semoga Alloh membalas Anda semua dengan kebaikan yang lebih banyak)</p>
<p style="text-align:center;">Silahkan klik <a href="http://almawaddah.or.id" target="new">di sini</a> untuk menuju ke website almawaddah<a href="http://almawaddah.or.id" target="new"></a> atau klik <a href="http://almawaddah.or.id/buku-tamu/" target="new">di sini</a> untuk berkomentar.</p>
<br />Posted in Info Redaksi Tagged: almawaddah, www.almawaddah.or.id <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/870/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=870&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/04/21/www-almawaddah-or-id/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/04/almawaddah.png" medium="image">
			<media:title type="html">www.almawaddah.or.id</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesepian Ditinggal Suami ke Luar Negeri</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/kesepian-ditinggal-suami-ke-luar-negeri/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/kesepian-ditinggal-suami-ke-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 23:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[SOAL: Assalamu’alaikum. Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkan, bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Ana bingung, manakah yang kuat dalilnya, Ustadz? Syukron. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=861&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/grass-746319.jpg?w=189&#038;h=170" alt="" width="189" height="170" /><strong>SOAL:</strong><br />
Assalamu’alaikum. Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkan, bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Ana bingung, manakah yang kuat dalilnya, Ustadz? Syukron.</p>
<p style="text-align:justify;">(Abu Zaky, Karawang, +628138361xxxx)</p>
<p><span id="more-861"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.<br />
Menurut asal, ketika seseorang telah menikah ia wajib menafkahi istrinya baik lahir maupun batin dan wajib mendidik istri dan anak-anaknya dengan pendidikan yang baik, dalilnya:<br />
Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa’ [4]: 19)</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. (QS. at-Tholaq [65]: 7)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Adapun tentang suami yang meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun di luar negeri maka dilihat dulu duduk masalahnya; apabila istrinya ditinggal dalam keadaan aman, seperti tinggal di rumah mertuanya atau bersama ibunya di rumah, di sisi lain (dalam keadaan darurat) suami harus mencarikan nafkah untuk istri dan anaknya, maka boleh. Sebab dia meninggalkan istri untuk perkara yang wajib, mencari nafkah. Adapun dalil tentang larangan meninggalkan keluarga lebih dari 4 bulan, yaitu firman Alloh Shubhanahu wa Ta’ala:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Kepada orang-orang yang meng-ila’ istrinya (bersumpah tidak menggauli istrinya)  diberi tangguh hingga empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Baqoroh [2]: 226)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">adalah dalil yang berhubungan dengan orang yang sengaja bersumpah untuk tidak menggauli istrinya. Jadi, tidak tepat bila dalil tersebut digunakan untuk masalah di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang bertanya kepada Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah : ‘Al-Qur&#8217;an memberi batasan waktu bahwa suami boleh meninggalkan istrinya selama empat bulan. Akan tetapi saya punya ikatan kerja, tidak ada libur bagiku kecuali setelah satu tahun, bahkan terkadang lebih dari itu sesuai dengan tugas yang ada, bagaimana hukumnya?’</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau menjawab: “Pertama, perkataan penanya bahwa al-Qur&#8217;an memberi batasan waktu kepada suami bahwa ia tidak boleh meninggalkan istrinya lebih dari empat bulan adalah (perkataan yang) salah. Tak ada satu pun ayat yang menerangkan demikian. Tetapi al-Qur&#8217;an membolehkan kepada suami yang bersumpah untuk tidak menggauli (menyetubuhi) istrinya dengan batas waktu maksimal 4 bulan, berdasarkan surat al-Baqoroh ayat 226 [baca  ayat di atas].</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun tentang suami yang meninggalkan istrinya (maka dilihat dulu), jika wanita itu ridho maka tidak mengapa suami meninggalkannya selama 4 bulan, 6 bulan, satu tahun, atau dua tahun, dengan syarat istrinya aman di negeri yang ia tinggalkan dan ridho atas kepergiannya mencari rezeki. Adapun apabila istri yang ditinggalkan tidak merasa aman maka tidak boleh suami pergi dalam keadaan istrinya tidak aman. Dan apabila istri yang ditinggalkan itu dalam keadaan aman namun tidak ridho ditinggal lebih dari 4 atau 6 bulan sesuai keputusan hakim di negerinya, maka suami tidak boleh meninggalkannya tapi hendaknya menggauli istrinya dengan baik.” (<em>Majmu’ Durus wa Fatawa al-Harom al-Makki, Ibnu Utsaimin 3/270)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun maksud hadits di atas adalah karena wanita itu merasa kesepian ditinggal oleh suaminya dan membutuhkan kasih sayangnya, maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam menyuruhnya pulang. Wallohu a&#8217;lam.</p>
<p>Adapun tentang pendidikan anak, maka hendaknya istri mendidik anaknya dengan baik sesuai kemampuan. Sebab tatkala suami tidak ada di rumah, istrilah yang bertanggung jawab atas pendidikannya.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:19pt;font-family:Scheherazade;"> وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori 3/414)</em></p>
<br />Posted in Konsultasi Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/861/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=861&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/kesepian-ditinggal-suami-ke-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/grass-746319.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurot</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/mencegah-kanker-kulit-dengan-menutup-aurot/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/mencegah-kanker-kulit-dengan-menutup-aurot/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 23:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah Dokter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: dr. Aniek Rachmawati Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=858&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: dr. Aniek Rachmawati</strong><img class="alignright" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/ambient_umbrella.jpg?w=185&#038;h=166" alt="" width="185" height="166" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement).  Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan kanker kulit). Kanker kulit adalah salah satu bentuk penyakit kulit berupa sel kanker yang tumbuh pada lapisan luar dari kulit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa penyebabnya?</strong><br />
Di antara faktor yang menjadi pemicu munculnya kanker kulit ini ialah sinar matahari dan ultraviolet. Kedua sinar ini bersifat merusak. Dan kerusakan itulah yang bisa berlanjut menjadi kanker. Selain itu, faktor lain seperti hereditas/genetik dan lingkungan tempat tinggal juga ikut berpengaruh terhadap munculnya penyakit yang lumayan berbahaya ini.</p>
<p><span id="more-858"></span><br />
Dua hal yang mempengaruhi kerusakan kulit akibat sinar matahari ini ialah terlalu banyaknya jumlah sinar yang diterima kulit selama bertahun-tahun, dan seringnya expose dengan sinar matahari. Hal itu bisa menyebabkan terbakarnya kulit sehingga terjadilah kanker kulit. Umumnya manusia menerima 80% paparan terhadap sinar matahari pada usia 18 tahun kehidupan. Karena itu dianjurkan untuk memproteksi anak-anak dari sinar matahari sejak usia dini.<br />
Kanker kulit berkembang sangat lambat. Efek terbakarnya kulit oleh sinar matahari yang kita terima minggu ini membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk menjadi kanker kulit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Faktor Hereditas</strong><br />
Faktor keturunan (hereditas) juga berpengaruh terhadap munculnya kanker kulit ini. Riwayat kanker kulit bawaan dari keluarga dapat meningkatkan kemungkinan makin tingginya risiko terkena kanker kulit. Orang berkulit terang dengan keturunan bagian utara Eropa mempunyai faktor risiko lebih besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahaya Sinar Ultraviolet</strong><br />
Level sinar ultraviolet saat ini lebih tinggi dari 50 atau 100 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya lapisan ozon dari atmosfer bumi. Ozon berfungsi sebagai filter untuk menyaring sejumlah sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Dengan makin tipisnya ozon pada atmosfer maka makin tinggi pula tingkat sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Satu faktor yang dapat mengurangi intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke bumi ialah awan di langit.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mengurangi risiko kanker kulit?</strong><br />
Ada beberapa langkah yang telah direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology dan Skin Cancer Foundation untuk mengurangi resiko kanker kulit, berikut uraiannya:<br />
1.	Minimalkan expose dengan sinar matahari pada tengah hari, antara jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).<br />
2.	Pakailah sunscreen dengan sedikitnya SPF-15 atau lebih tinggi ke seluruh bagian tubuh yang ter-expose sinar matahari.<br />
3.	Oleskan lagi sunscreen setiap 2 jam, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Ulangi setelah berenang atau berkeringat.<br />
4.	Pakailah pakaian yang menutupi tubuh dan wajah (topi juga dianjurkan sebagai pelengkap untuk menutup dua bagian sekaligus, yaitu wajah dan leher).<br />
5.	Hindari expose dengan radiasi ultraviolet pada lampu.<br />
6.	Lindungi anak-anak dari paparan sinar matahari yang sangat menyengat pada jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).<br />
7.	Gunakan sunscreen hanya untuk anak usia 6 bulan ke atas. Anak-anak usia 6 bulan ke bawah harus dihindarkan dari paparan sinar pada jam-jam ini.</p>
<p><strong>Menutup Aurot, Sebuah Solusi</strong><br />
Dari fakta ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan yang notabene orang barat itu, secara jelas dan nyata dapat disimpulkan bahwa menutup aurat secara syar’i benar-benar telah melindungi kaum muslimin (terutama muslimat) dari bahaya khususnya kanker kulit. Hal yang sangat mereka (orang kafir) tentang habis-habisan justru ternyata mereka buktikan sendiri sebagian manfaatnya bagi manusia. Bahkan, mereka sendiri yang membuat rekomendasi untuk menutup tubuh untuk melindunginya dari bahaya paparan sinar matahari. Makin hari lapisan ozon makin bertambah tipis, dan risiko terserang kanker kulit makin bertambah tinggi.</p>
<br />Posted in Petuah Dokter  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/858/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=858&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/31/mencegah-kanker-kulit-dengan-menutup-aurot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/ambient_umbrella.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Santri di Usia Tua</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/18/menjadi-santri-di-usia-tua/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/18/menjadi-santri-di-usia-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 13:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asam Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=852</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu &#38; Ummu Hisyam al-Kadiri Dan adapun terhadap nikmat-nikmat dari Robb-mu, maka ceritakanlah. (QS. adh-Dhuha [93]: 11) ******* Sebagai seorang hamba yang amat fakir dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya kami takut tertimpa riya’, ujub atau bangga diri. Akan tetapi, sebagai hamba yang senantiasa diberi curahan nikmat oleh Alloh , limpahan rezeki-Nya, petunjuk dan hidayah-Nya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=852&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignright" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/buku-tua.jpg?w=233&#038;h=175" alt="" width="233" height="175" /><strong>Oleh : Abu &amp; Ummu Hisyam al-Kadiri</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dan adapun terhadap nikmat-nikmat dari Robb-mu, maka ceritakanlah.<br />
(QS. adh-Dhuha [93]: 11)</strong></p>
<p style="text-align:center;">*******</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang hamba yang amat fakir dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya kami takut tertimpa riya’, ujub atau bangga diri. Akan tetapi, sebagai hamba yang senantiasa diberi curahan nikmat oleh Alloh , limpahan rezeki-Nya, petunjuk dan hidayah-Nya, pertolongan dan belas kasih-Nya; maka kami akan ceritakan salah satu nikmat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Impian yang indah adalah sebuah kenikmatan, lebih-lebih jika impian itu menjadi kenyataan. Sekitar empat tahun silam kami bercita-cita untuk tholabul ilmi (menuntut ilmu agama) dengan lebih intensif, yaitu dengan ‘mondok’ di sebuah pesantren. Sebenarnya jauh sebelumnya keinginan itu sudah ada, sebab kami menyadari betapa bodohnya diri ini terhadap dienulloh (agama Alloh) yang agung ini.</p>
<p><span id="more-852"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kami (ana dan juga istri) dilahirkan bukan dari lingkungan yang agamis apalagi salafi. Masa muda kami habis untuk mempelajari pelajaran yang sekarang kurang kami rasakan manfaatnya, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. Namun alhamdulillah, segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam, Alloh berkehendak untuk memberi hidayah kepada kami. Kami mengenal salafi ketika kami sudah memiliki dua anak. Kami ikuti kajian salaf dari masjid ke masjid dan membaca buku-buku bernuansa Islami. Betapa kami telah menemukan keagungan dan keindahan Islam yang sempurna ini, dan kami merasa semakin bodoh dan fakir dalam ilmu dien ini. Terbayang dalam pikiran seandainya masa muda bisa kembali, kan ku pelajari semua ilmu dien ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, tiada yang perlu disesali. Ilmu bukanlah hak kaum muda saja, kami terus berusaha tholabul ilmi semampunya sambil mengurus keluarga. Impian untuk bisa intensif belajar agama seperti ketika mempelajari pelajaran umum di bangku sekolah dulu tidak bisa terhapus dalam benak ini. Tapi apa hendak di kata, anak sudah empat, dengan bekerja pagi-sore saja penghasilan pas-pasan untuk biaya pendidikan anak-anak. Bagaimana lagi jika mondok???</p>
<p style="text-align:justify;">Do’a. Ya, do’a. Itulah senjata paling handal seorang muslim. Kami meminta kepada Dzat yang Mahakaya dan Maha Berkehendak. Setelah itu alhamdulillah, Alloh ilhamkan kepada kami sebuah ide bagus untuk merealisasikan impian kami itu. Apa gerangan?</p>
<p style="text-align:justify;">Syirkah (persekutuan/kerjasama antara pemodal dengan pengelola). Kami mengajak dua orang semanhaj yang bercita-cita sama untuk membangun sebuah bisnis atau syirkah, yang nantinya bila sudah dapat dipetik hasilnya akan kami gunakan untuk membiayai secara bergantian salah satu keluarga di antara kami untuk mondok sekeluarga dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa kami memilih cara ini? Dengan syirkah kita akan lebih selamat dan hati-hati, tidak sembarangan dalam memakai uang karena bukan milik pribadi. Selain itu, memungkinkan bagi kita untuk saling bergantian dalam mengelola usaha maupun dalam tholabul ilmi nantinya. Di sisi lain, kita akan dapat lebih sabar dan ulet dalam menjalankan usaha terutama saat-saat krisis di awal-awal usaha. Kita tanggung bersama suka dan duka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tekad semakin bulat. Dengan modal yang amat kecil kami bertiga merakit bisnis. Mengingat kami masih awam dalam dunia usaha, maka kami beli buku-buku dan majalah-majalah bisnis untuk bekal awal. Selain itu, kami juga sering mendatangi pengusaha-pengusaha yang sukses untuk berkonsultasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya bisnis kami mengalami kebangkrutan, kemudian dengan pertolongan-Nya, Alloh ilhamkan kepada kami sebuah bisnis kecil tetapi berpotensi besar untuk berkembang dan keuntungannya cukup besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan berganti bulan, alhamdulillah bisnis kami berkembang pelan tapi pasti. Menginjak tahun ketiga (2007), setelah dihitung-hitung, ternyata laba bulanan perusahaan sudah cukup untuk membiayai satu keluarga untuk tholabul ilmi walaupun dengan standar hidup sederhana. Kami bicarakan rencana kami untuk mondok dengan anak-anak, awalnya mereka ragu karena khawatir pendidikannya tidak bisa berlanjut karena Abahnya (Bapaknya) mondok, tidak bekerja. Kami yakinkan bahwa Alloh Mahakaya, mampu memberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Alhamdulillah, mereka bisa menerima dan mau bersiap-siap untuk hidup lebih sederhana, bahkan sempat menghadiahkan untuk kami buku kecil yang berjudul ‘Perjalanan Ulama dalam Menuntut Ilmu’ karya Abu Anas Majid al-Bankani, buku yang sangat berkesan bagi kami waktu itu dan semakin membuat bulat tekad kami untuk segera memulai rihlah (menempuh jalan) untuk tholabul ilmi.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya kami pun berangkat sekeluarga, meninggalkan kampung halaman. Rumah idaman yang telah kami bangun untuk sementara kami tinggalkan, menuju pondok pesantren al-Furqon, Gresik. Kami mulai dengan mengikuti dauroh (Kajian Khusus) Bahasa Arab tahun 2007, padahal anak kami yang kedua telah mengikuti dauroh yang sama pada tahun 2006 dengan kelas/tingkatan yang sama pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya terasa agak aneh juga. Kami duduk sebangku dengan anak-anak yang usianya di bawah 20 tahunan, seusia dengan anak kami. Tapi masya Alloh, rasa nikmat mendapat ilmu dien tidak bisa kami lukiskan, bahkan membuat kami merasa benar-benar ‘seperti muda’. Kesulitan fisik yang ada, yaitu adaptasi dengan tempat tinggal yang baru, rumah yang lebih kecil, perabot yang lebih sederhana, pola hidup yang lebih sederhana dan kondisi air yang kurang bersahabat dengan kulit anak dan istri, seperti tidak terasa karena saking besarnya kenikmatan yang Alloh berikan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanalloh, sungguh kenikmatan menuntut ilmu agama di usia tua ini sulit kami gambarkan. Ibarat orang yang sudah lama menunggu datangnya kekasih, lalu tibalah saat perjumpaan. Hari-hari indah penuh makna kami jalani. Taman-taman bunga dari majelis ilmu kami singgahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tambahnya ilmu pengetahuan dienulloh yang murni ini, kenikmatannya tiada tara, belum pernah kami merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya, tidak seperti makanan yang jika kita makan setiap hari akan bosan, tidak pula seperti baju baru yang jika kita pakai setiap hari akan lusuh. Sungguh, kami katakan, “Seseorang tidak akan dapat merasakan cita-rasa lezatnya agama yang suci ini dengan tanpa mengambilnya dari sumber-sumber aslinya yang berbahasa Arab”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, alhamdulillah anak dan istri juga ‘nyantri’ semua, tholabul ilmi syar’i. Dan kami ingin tetap dalam jalan tholabul ilmi hingga maut menjemput, insya Alloh. Dan insya Alloh tahun ajaran baru mendatang salah satu rekan syirkah kami sekeluarga akan menyusul kami, karena alhamdulillah usaha kami kini sudah cukup untuk membiayai dua keluarga. Dan semoga rekan kami yang ketiga juga bisa segera menyusul.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala puji bagi-Mu, ya… Alloh, atas segala nikmat-Mu yang tak kan mampu kami hitung. Semoga Alloh juga akan memberikan kesempatan kepada Anda, para pembaca al-Mawaddah, untuk dapat menuntut ilmu syar’i dengan washilah (perantara) bisnis syirkah Anda bersama rekan seiman. Amin.</p>
<br />Posted in Asam Garam Tagged: Asam Garam, Santri <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/852/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=852&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/18/menjadi-santri-di-usia-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/buku-tua.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Angin</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/manfaat-angin/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/manfaat-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 12:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar untuk Anak]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat angin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[Subhanalloh…segar sekali udara siang hari ini, badanku tidak terasa gerah! Kenapa ya?? Padahal matahari bersinar terang, menyinari permukaan bumi… Tahukah adik-adik apa sebabnya? Penyebabnya adalah karena ada udara yang bergerak yang biasa disebut angin. Angin yang berhembus menerpa tubuh kita membuat tubuh kita segar dan tidak terasa gerah. Tahukah adik-adik, bahwa angin adalah makhluk Alloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=841&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/angin.jpg?w=204&#038;h=175" alt="" width="204" height="175" />Subhanalloh…segar sekali udara siang hari ini, badanku tidak terasa gerah! Kenapa ya?? Padahal matahari bersinar terang, menyinari permukaan bumi…<br />
Tahukah adik-adik apa sebabnya? Penyebabnya adalah karena ada udara yang bergerak yang biasa disebut angin. Angin yang berhembus menerpa tubuh kita membuat tubuh kita segar dan tidak terasa gerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahukah adik-adik, bahwa angin adalah makhluk Alloh yang mempunyai manfaat yang banyak bagi manusia, lho!</p>
<p><span id="more-841"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa saja sih manfaat angin bagi manusia? Baiklah, kakak akan menjelaskan beberapa manfaat angin. Simak baik-baik ya! Adik-adik tahu nelayan kan? Yaitu orang yang pekerjaannya setiap hari mencari ikan di laut dengan menggunakan perahu. Nah, nelayan kalau mencari ikan di laut mereka memanfaatkan angin untuk menggerakkan perahunya, sehingga bisa sampai di laut dan juga bisa pulang ke rumahnya setelah mendapatkan ikan.</p>
<p>Selain bermanfaat bagi nelayan, angin juga bermanfaat buat petani lho, yaitu membantu petani mengairi sawah mereka. Kok bisa ya&#8230; bagaimana caranya? Caranya: angin membantu menggerakkan kincir angin yang dibuat petani untuk mengambil air dari dalam sumur. Bila kincir angin itu bergerak maka air dari dalam sumur akan naik ke permukaan kemudian air dialirkan ke sawah.</p>
<p>Ada lagi manfaat angin yang sangat menakjubkan. Ingin tahu tidak? Pasti penasaran. Coba adik-adik perhatikan awan-awan di langit. Awan-awan itu berjalan. Tahukah adik-adik, siapa yang menjalankan awan-awan tersebut? Tentu Alloh. Nah, Alloh  mengutus angin untuk membawa awan-awan itu ke suatu tempat yang dikehendaki Alloh untuk diturunkan hujan di tempat tersebut. Nah itulah adik-adik, beberapa manfaat angin!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk Orang Tua dan Para Pendidik:</strong><br />
1.	Ajaklah anak belajar berpikir dengan mengenalkan dan memperhatikan sesuatu yang berada di sekelilingnya. Beri penjelasan kepada mereka manfaatnya bagi manusia. Hal ini akan menumbuhkan rasa kepekaan terhadap lingkungannya dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru bagi mereka.</p>
<p>2.	Ajarkan dan pahamkan kepada anak bahwa Alloh  menciptakan sesuatu pasti mengandung hikmah bagi manusia dan tanamkan pada diri anak untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Alloh.</p>
<br />Posted in Lembar untuk Anak Tagged: manfaat angin <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=841&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/manfaat-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/03/angin.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sang Penguasa</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/sang-penguasa-%d8%a7%d9%92%d9%84%d9%85%d9%8e%d9%84%d9%90%d9%83%d9%8f/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/sang-penguasa-%d8%a7%d9%92%d9%84%d9%85%d9%8e%d9%84%d9%90%d9%83%d9%8f/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar untuk Anak]]></category>
		<category><![CDATA[asmaul husna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[“Al-Malik” اْلمَلِكُ Sang Penguasa Assalamu’alaikum. Alhamdulillah, dengan rohmat Alloh kita berjumpa untuk mempelajari Asmaul Husna. Semoga adik-adik TARJIM tetap bersemangat beribadah dan menambah hafalan Asmaul Husna-nya karena Nabi mengatakan: ”Barang siapa yang menghafal dan mengamalkan nama-nama Alloh maka ia akan masuk Surga.” Adik-adik, kali ini kita akan mempelajari salah satu nama Alloh yang sangat mulia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=843&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Al-Malik”<span style="font-size:19pt;font-family:Scheherazade;"> اْلمَلِكُ</span></p>
<p><em>Sang Penguasa</em></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamu’alaikum. Alhamdulillah, dengan rohmat Alloh kita berjumpa untuk mempelajari Asmaul Husna. Semoga adik-adik TARJIM tetap bersemangat beribadah dan menambah hafalan Asmaul Husna-nya karena Nabi mengatakan: ”Barang siapa yang menghafal dan mengamalkan nama-nama Alloh maka ia akan masuk Surga.”</p>
<p><span id="more-843"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Adik-adik, kali ini kita akan mempelajari salah satu nama Alloh yang sangat mulia, yaitu al-Malik yang artinya Raja atau Penguasa. Mana buktinya kalau Alloh mempunyai nama al-Malik? Buktinya banyak sekali, seperti firman Alloh:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Maka Maha Tinggi Alloh, Raja yang sebenarnya; tidak ada sesembahan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) &#8216;Arsy yang mulia. (QS. al-Mu’minun [23]: 17)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Arsy itu apa sih&#8230;? Arsy itu adalah singgasana Alloh di atas langit yang ke tujuh. Arsy itu lebih besar dari seluruh langit dan bumi. Wah&#8230;berarti Alloh Maha Besar ya&#8230;?! Tentu, Alloh lebih besar dari semua makhluk.<br />
Nabi Muhammad pernah bersabda: <em>“Alloh akan menggenggam bumi pada Hari Kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya lalu Alloh berkata: ’Akulah Raja, mana raja-raja di dunia itu”</em>. Subhanalloh&#8230; Adik-adik, coba perhatikan bagaimana kekuasaan Alloh itu&#8230;.! Besok pada Hari Kiamat, Alloh akan menggenggam bumi dan langit yang begitu besar&#8230;!</p>
<p>Kenapa Alloh dinamakan al-Malik? Karena Alloh yang menciptakan langit dan bumi dan seluruh isinya, maka tentunya Alloh adalah raja dan penguasanya.</p>
<p>Sekarang Kakak tanya, yang menguasai gunung siapa&#8230;? Yang menguasai laut siapa&#8230;? Yang punya semua hewan dan pohon siapa&#8230;? Yang menciptakan sungai siapa&#8230;? Yang menciptakan manusia siapa&#8230;.?</p>
<p>Ya, pintar, jawabannya adalah Alloh. Berarti Alloh itu raja di langit dan di bumi, makanya dinamakan al-Malik. Lho, Kak&#8230;kan di dunia manusia ada yang jadi raja juga&#8230;? Betul, tetapi manusia jadi raja cuma di dunia dan nggak lama. Buktinya nanti bisa mati, kalau Alloh nggak akan mati.</p>
<p>Sampai di sini dulu ya&#8230;Wassalamu’alaikum.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>UNTUK ORANG TUA DAN PENDIDIK</strong><br />
1. Tuntunlah anak untuk menghafal nama Alloh yaitu al-Malik dan nama-nama Alloh yang pernah dipelajari sebelumnya beserta artinya.</p>
<p>2. Tanamkan keyakinan pada anak bahwa hanya Alloh saja yang menguasai alam semesta ini dan manusia tidak punya andil sama sekali dalam mengatur alam semesta.</p>
<p>3. Berikan pengetahuan pendahuluan bahwasanya tangan Alloh tidak serupa dengan tangan makhluk-Nya, dan bisa dicontohkan dengan perbedaan antara sesama makhluk.</p>
<p>4. Tancapkan keyakinan pada anak bahwa Alloh berada di atas langit dan Dia adalah Raja di langit dan di bumi.</p>
<p>5. Ajaklah anak untuk melihat langit, laut, pantai, dan gunung untuk membuktikan kekuasaan Alloh.</p>
<br />Posted in Lembar untuk Anak Tagged: asmaul husna <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/843/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=843&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/07/sang-penguasa-%d8%a7%d9%92%d9%84%d9%85%d9%8e%d9%84%d9%90%d9%83%d9%8f/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdosakah Istri Menolak Keinginan Suaminya?</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/berdosakah-istri-menolak-keinginan-suaminya/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/berdosakah-istri-menolak-keinginan-suaminya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 04:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[menolak ajakan suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron SOAL: Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau tanya. Apakah berdosa bila seorang istri menolak ajakan suami berjima&#8217; karena sedang capai dan mengantuk, karena suami terlalu sering mengajak berjima’ sehingga memforsir tenaga istri? Mohon nasihat Ustadz. Syukron. (Fulanah, Bumi Alloh, 08564754xxxx) JAWAB: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Ukhti! suami yang selalu mengajak istrinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=838&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://freshome.com/wp-content/uploads/2007/09/lamp.jpg" alt="" width="194" height="166" /><strong>Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron<br />
</strong><br />
<strong>SOAL:</strong><br />
Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau tanya. Apakah berdosa bila seorang istri menolak ajakan suami berjima&#8217; karena sedang capai dan mengantuk, karena suami terlalu sering mengajak berjima’ sehingga memforsir tenaga istri? Mohon nasihat Ustadz. Syukron.<br />
(Fulanah, Bumi Alloh, 08564754xxxx)</p>
<p><span id="more-838"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Ukhti! suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepadanya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar sehingga hendaknya ukhti menyadari hal itu, apalagi wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan juga setelah melahirkan butuh ‘cuti’ dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena suami dilarang menggaulinya. Belum lagi bila istri sakit atau ada udzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya. Jika ukhti menolak permintaannya karena capai atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak istri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surat al-Mu’minun ayat 6.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya. Perhatikan hadits di bawah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Tholqu bin Ali Rosululloh  bersabda:</p>
<h3 style="text-align:right;">إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّورِ</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul maka hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387, dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohihut-Targhib: 2/199)</em></p>
<p>Dari Abu Huroiroh Rosululloh  bersabda:</p>
<h3 style="text-align:right;">لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ</h3>
<p><em>“Tidak halal bagi wanita berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah kecuali  dengan izinnya.” (HR. Bukhori: 16/199)</em></p>
<p>Dari Abu Huroiroh Rosululloh  bersabda:</p>
<h3 style="text-align:right;">إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ</h3>
<p><em>“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, maka malaikat melaknatnya sampai waktu Shubuh.” (HR. Bukhori: 11/14)</em></p>
<br />Posted in Konsultasi Keluarga Tagged: menolak ajakan suami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/838/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=838&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/berdosakah-istri-menolak-keinginan-suaminya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://freshome.com/wp-content/uploads/2007/09/lamp.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyesal Karena Ikut KB</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/menyesal-karena-ikut-kb/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/menyesal-karena-ikut-kb/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 04:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[KB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=835</guid>
		<description><![CDATA[Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron SOAL: Ustadz, kami ada masalah. Kami belum mengetahui hukum KB, tetapi kami sudah terlanjur memakai KB mantap vasektomi. Sekarang kami sudah mengetahui bahwa hal itu hukumnya haram sehingga kami merasa berdosa. Kami ingin bertaubat dari perbuatan tersebut, tetapi bagaimana caranya Ustadz? Kami tidak mampu kalau harus melakukan operasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=835&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://farm1.static.flickr.com/154/419145856_6b44caea73.jpg" alt="" width="194" height="166" /><strong>Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SOAL:<br />
</strong>Ustadz, kami ada masalah. Kami belum mengetahui hukum KB, tetapi kami sudah terlanjur memakai KB mantap vasektomi. Sekarang kami sudah mengetahui bahwa hal itu hukumnya haram sehingga kami merasa berdosa. Kami ingin bertaubat dari perbuatan tersebut, tetapi bagaimana caranya Ustadz? Kami tidak mampu kalau harus melakukan operasi karena biayanya mahal, sedangkan kami dari keluarga pas-pasan. Apa yang harus kami lakukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamu’alaikum.<br />
(Akhwat, Surabaya, 0317138xxxx)</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-835"></span><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.<br />
Kami ikut berbahagia karena Alloh  memberi pemahaman kepada ukhti tentang dinul-Islam. Apabila keadaan ukhti memang demikian maka taubatnya cukup istighfar kepada Alloh, menyesali perbuatan yang telah lalu, kemudian disusul dengan amalan-amalan yang baik, baik yang wajib maupun yang sunnah. Adapun tidak mampu melakukan operasi karena rezeki hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, maka tidak mengapa tidak menjalani operasi karena, Alloh  berfirman:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (QS. al-Baqoroh [2]: 286)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Huroiroh Rosululloh bersabda:</p>
<h2 style="text-align:justify;">وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan apabila aku memerintahkan kepadamu dengan suatu perkara maka kerjakan menurut kemampuanmu.” (HR. Bukhori: 6744)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, apabila pada suatu saat Alloh  memberi rezeki yang cukup, dan usia ukhti masih muda, dan jika dioperasi masih memungkinkan punya keturunan, maka sebaiknya dioperasi, tentunya bila hal ini tidak membawa madhorot di kemudian hari. Dan sebelum melakukannya, sebaiknya anda berkonsultasi dahulu dengan para ahli dari kalangan dokter spesialis. Wallohu A&#8217;lam</p>
<br />Posted in Konsultasi Keluarga Tagged: KB <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/835/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=835&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/03/02/menyesal-karena-ikut-kb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/154/419145856_6b44caea73.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sumayyah Ummu ‘Ammar</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/24/sumayyah-ummu-%e2%80%98ammar/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/24/sumayyah-ummu-%e2%80%98ammar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 09:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qudwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Pada Keteguhan Imannya Ada Gambaran Mahalnya Surga Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani Iman, apabila telah menancap di hati seorang hamba maka akan menjadi mesin penggerak yang melahirkan mukjizat. Ia adalah motivator yang menyinarkan berbagai keindahan. Memang iman adalah sesuatu yang tertanam di dalam dada dan menumbuhkan buah amalan di luar gambaran otak manusia. Keyakinan akan al-haq [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=828&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/02/phon-hijau.jpg?w=194&#038;h=166" alt="" width="194" height="166" /><strong>Pada Keteguhan Imannya<br />
Ada Gambaran Mahalnya Surga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Iman, apabila telah menancap di hati seorang hamba maka akan menjadi mesin penggerak yang melahirkan mukjizat. Ia adalah motivator yang menyinarkan berbagai keindahan. Memang iman adalah sesuatu yang tertanam di dalam dada dan menumbuhkan buah amalan di luar gambaran otak manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan akan al-haq (kebenaran) dan loyalitas terhadap syari&#8217;at Alloh dengan mempertahankannya dalam keadaan apa pun juga, sungguh merupakan keistimewaan dan keindahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-828"></span><br />
Keimanan jugalah, wahai Ukhti al-muslimah… yang telah menautkan hati seorang budak, hamba sahaya dari negeri Ethiofia dengan hati Shuhaib dari negara besar, Romawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Keimanan juga yang mengangkat derajat seorang budak wanita yang tiada dikenal orang di masa hidupnya, hingga namanya harum semerbak bak kesturi sampai akhir zaman. Dengan keimanan yang kokoh ia mempertahankan keyakinannya, sekalipun tubuh yang sudah renta jadi tantangannya. Ia adalah Sumayyah, Ibunda ‘Ammar bin Yasir, satu keluarga yang dijamin masuk surga. Mari kita ikuti cerita wanita mukminah yang rela berkorban demi mempertahankan keimanannya ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum bersinarnya cahaya Islam di bumi ini, dan di kota Makkah khususnya, Sumayyah binti Khubbath hanyalah seorang budak sahaya biasa, yang dimiliki oleh Abu Hudzaifah bin Mughiroh al-Makhzumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika datanglah seorang pemuda yang bernama Yasir bin Amir al-Kinani bersama dua orang saudaranya, al-Harits dan Malik, dari Yaman untuk mencari saudara mereka yang sudah lama menghilang. Setelah letih mencari dan bertanya tentang keberadaan saudara mereka yang hilang namun tak mendapatkan hasil dan tak ada harapan untuk dapat bertemu dengan saudara mereka, maka pulanglah kedua saudara Yasir tersebut ke Yaman. Adapun Yasir sendiri tetap tinggal di</p>
<p style="text-align:justify;">Makkah karena negeri itu sangat menarik hatinya dan memutuskan untuk hidup di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orang asing, Yasir menyadari ia harus mencari seseorang yang dapat menjaminnya dari kerasnya kehidupan di zaman yang berhukum dengan hukum rimba, siapa yang kuat ia yang berkuasa, tak ada tempat untuk orang yang lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Yasir menjadikan Abu Hudzaifah bin al-Mughiroh sebagai saudara angkatnya (haliif). Abu Hudzaifah yang melihat kebaikan sifat dan akhlak Yasir yang menarik hatinya, memutuskan untuk menjodohkan Yasir dengan budaknya, Sumayyah. Maka menikahlah budak Sumayyah dengan pemuda Yasir. Dan dari pernikahan itu mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama ‘Ammar. Dan bertambah pula kebahagiaan mereka ketika Abu Hudzaifah memerdekakan ‘Ammar dari perbudakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Abu Hudzaifah meninggal, keluarga Sumayyah hidup di bawah perlindungan Bani Makhzum sampai ‘Ammar menginjak dewasa dan Sumayyah dan Yasir memasuki usia tua. Kemudian datanglah masa diutusnya Rosululloh  untuk menyampaikan kebenaran dari Alloh dan mengeluarkan manusia dari gelapnya kesesatan yang menyelubungi kehidupan mereka. Berita tentang datangnya Nabi baru itu tak lepas juga dari perhatian ‘Ammar bin Yasir. Kemudian dengan rasa penasaran ia mendatangi Rosululloh  di rumah Arqom bin Arqom dan mendengarkan langsung wahyu yang diturunkan kepada beliau . Hatinya pun tertambat dan merasakan ketenangan yang tiada tara, yang menjadikan Alloh membuka hatinya untuk memeluk Islam. Setelah membaca dua kalimat syahadat, ia langsung menemui ibunya, Sumayyah, dan menawarkan agama baru itu kepada ibunya. Gayung pun bersambut, hati wanita tua yang telah lama kosong itu pun disinari cahaya Ilahi. Tanpa keraguan sedikit pun, begitu juga suaminya, Yasir, yang juga bersegera menyambut ajakan putranya untuk memeluk Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka bergabunglah keluarga yang bersahaja itu dalam bahtera Islam, yang pada masa itu para pengikutnya sangat terkekang dan disudutkan, terutama bagi mereka dari golongan rendah seperti keluarga Yasir.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar berita keislaman keluarga Yasir, orang-orang musyrikin, terutama Bani Makhzum, menjadi murka dan berang. Bila sahabat Rosululloh  yang lain, seperti Abu Bakar, terlindungi oleh kaumnya karena kedudukannya, maka keluarga Yasir dan Sumayyah setelah Bani Makhzum menabuhkan genderang perangnya terhadap Islam, tak ada lagi yang dapat melindungi mereka dari hinaan dan siksaan kaum kafir Quraisy. Hanya Alloh-lah yang dapat melindungi mereka dari segalanya. Tidaklah seseorang dikatakan beriman kecuali setelah diuji dan diberi cobaan dalam agama dan kehidupan mereka. Jika mereka mampu bersabar maka mereka itulah orang-orang yang benar dan tulus keimanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang sekarang menimpa Sumayyah dan suaminya serta putranya. Orang-orang Quraisy tanpa rasa iba dan kasih sayang menyeret mereka di jalanan dan membawa mereka ke padang pasir di tengah terik matahari, dengan memakaikan baju besi kepada mereka untuk menambah penderitaan mereka. Setelah keringat mereka berhenti mengalir, tubuh mereka kering, dan darah mereka mulai bercucuran, mereka dipaksa untuk kembali murtad dari agama Islam dan dipaksa untuk menghina dan mencaci Rosululloh , dan memuji tuhan-tuhan mereka. Namun hati-hati yang telah mendapatkan ketenangan dan kedamaian dari petunjuk Alloh itu tak bergeming sedikit pun, walau disiksa dan dibunuh sekalipun. Panasnya matahari tak lagi mereka takuti, mereka lebih takut akan siksa api neraka yang berlipat-lipat lebih panas dari panasnya matahari di dunia. Kejamnya para penyiksa tak juga mereka takuti, karena mereka lebih takut kepada Alloh yang maha pedih siksanya dan berkuasa atas segala sesuatu. Makin tubuh mereka disiksa makin bertambah keimanan dan penyerahan diri mereka kepada Alloh.</p>
<p style="text-align:justify;">Rosululloh  setiap kali melewati mereka, beliau berkata: “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya yang dijanjikan bagi kalian adalah surga.” Ya.. surga adalah sesuatu yang paling berharga. Sudah selayaknya sesuatu yang berharga dibayar mahal sesuai dengan nilainya, dan untuk mendapatkannya diperlukan kesabaran dan pengorbanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tubuh Yasir yang sudah renta tak mampu bertahan di bawah penyiksaan, hingga akhirnya ruhnya meninggalkan dunia yang fana ini menghadap Alloh untuk mencari sesuatu yang kekal yang telah dijanjikan Alloh dan Rosul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan Sumayyah juga sangat menyedihkan. Siksaan demi siksaan ia hadapi dengan penuh kesabaran. Tak sedikit pun terbetik dalam hatinya untuk menyerah dan kembali kepada agamanya yang dulu setelah cahaya Islam menerangi relung hatinya. Abu Jahal yang melihat kekerasan hati wanita itu mendekatinya dan mengeluarkan kata-kata jorok serta menghina Sumayyah sepuasnya. Namun Sumayyah dengan tegas menjawab dengan jawaban yang membuat Abu Jahal berang dan merah mukanya. Dengan hati sangat mendongkol ia mengambil tombak dan menusukkannya ke arah kemaluan Sumayyah sehingga tembus sampai ke punggungnya. Maka berakhirlah siksaan yang diderita Sumayyah. Ia wafat dengan penuh keridhoan dan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Dengan itu, maka tercatatlah Sumayyah sebagai syahidah (wanita yang meninggal dalam keadaan syahid) pertama dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika, ‘Ammar berkata kepada Rosululloh : “Wahai Rosululloh , siksaan yang kami derita rasanya sudah mencapai puncaknya.” Maka Rosululloh  berkata kepadanya: “Bersabarlah wahai Abal Yaqdhon. Ketahuilah, tidak satu pun keluarga Yasir yang akan disiksa dengan neraka.” Dan ketika Abu Jahal terbunuh pada perang Badar, Rosululloh  berkata kepada ‘Ammar bin Yasir: “Alloh telah membinasakan orang yang telah membunuh ibumu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Alloh meridhoi Ummu ‘Ammar bin Yasir, ibu sang pendiri masjid pertama dalam Islam, dan menjadikan kesabaran dan ketegarannya sebagai teladan bagi para muslimah dan mukminah, dan menempatkannya di sebaik-baik tempat di sisi-Nya.</p>
<br />Posted in Qudwah Tagged: Kisah Islam, Siroh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/828/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=828&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/24/sumayyah-ummu-%e2%80%98ammar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://almawaddah.files.wordpress.com/2009/02/phon-hijau.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Tangga yang Ideal</title>
		<link>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/18/rumah-tangga-yang-ideal/</link>
		<comments>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/18/rumah-tangga-yang-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 06:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.wordpress.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketenteraman jiwa), mawaddah (rasa cinta), dan rohmah (kasih sayang). Alloh Ta’ala berfirman: Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=812&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://www.kmpfurniture.com/admin/uploads/sofa-1F.jpg" alt="" width="180" height="166" /><strong>Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketenteraman jiwa), mawaddah (rasa cinta), dan rohmah (kasih sayang). Alloh Ta’ala berfirman:</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang berpikir. (QS. ar-Rum [30]: 21)</span></p>
<p><span id="more-812"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami atau istri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, harus tahu pula hak dan kewajiban, memahami tugas dan fungsinya masing-masing, melaksanakan tugasnya itu dengan penuh tanggung jawab, ikhlas, serta mengharapkan ganjaran dan ridho dari Alloh Ta’ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga, upaya untuk mewujudkan pernikahan dan rumah tangga yang mendapat keridhoan Alloh  dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, mengingat kondisi manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tenteram, dan bahagia mendadak dilanda kemelut perselisihan dan percekcokan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila terjadi perselisihan dalam rumah tangga, maka harus ada upaya ishlah (mendamaikan). Yang harus dilakukan pertama kali oleh suami dan istri adalah lebih dahulu saling introspeksi, menyadari kesalahan masing-masing, dan saling memaafkan, serta memohon kepada Alloh agar disatukan hati, dimudahkan urusan dalam ketaatan kepada-Nya, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangganya. Jika cara tersebut gagal, maka harus ada juru damai dari pihak keluarga suami maupun istri untuk mendamaikan antara keduanya. Mudah-mudahan Alloh memberikan taufiq kepada pasangan suami istri tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 34–35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan terakhir, yaitu “perceraian”.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Musthofa al-Adawi berkata: “Apabila masalah antara suami istri semakin memanas, hendaklah keduanya saling memperbaiki urusan keduanya, berlindung kepada Alloh dari setan yang terkutuk, dan meredam perselisihan antara keduanya, serta mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan jangan menceritakannya kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila suami marah sementara istri ikut emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Alloh, berwudhu, dan sholat dua roka’at. Apabila keduanya sedang berdiri, hendaklah duduk; apabila keduanya sedang duduk, hendaklah berbaring, atau hendaklah salah seorang dari keduanya mencium, merangkul, dan menyatakan alasan kepada yang lainnya. Apabila salah seorang berbuat salah, hendaklah yang lainnya segera memaafkannya karena mengharapkan wajah Alloh semata.” <span style="font-size:x-small;">(1) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>__________________________________________________ </em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"> (1)    Fiqh Ta’ammul bainaz-Zaujaini (hlm. 37). </span></p>
<p style="text-align:justify;">Di tempat lain beliau berkata: “Sedangkan berdamai adalah lebih baik, sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Ta’ala. Berdamai lebih baik bagi keduanya daripada berpisah dan bercerai. Berdamai lebih baik bagi anak daripada mereka terlantar (tidak terurus). Berdamai lebih baik daripada bercerai. Perceraian adalah rayuan iblis dan termasuk perbuatan Harut dan Marut.<br />
Alloh berfirman:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Maka mereka mempelajari dari keduanya (Harut dan Marut) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka tidak dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Alloh. (QS. al-Baqoroh [2]: 102)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Di dalam Shohih Muslim dari sahabat Jabir bin Abdulloh, ia berkata: Rosululloh  bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas lautan. Kemudian ia mengirimkan bala tentaranya. Tentara yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang menimbulkan fitnah paling besar kepada manusia. Seorang dari mereka datang dan berkata: ‘Aku telah lakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab: ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’” Nabi  melanjutkan: “Lalu datanglah seorang dari mereka dan berkata: ‘Tidaklah aku meninggalkannya sehingga aku berhasil memisahkan ia (suami) dan istrinya.’” Beliau  melanjutkan: “Lalu iblis mendekatkan kedudukannya. Iblis berkata: ‘Sebaik-baik pekerjaan adalah yang telah engkau lakukan.’”</em> ( HR. Muslim [no.2813 (67) )</p>
<p style="text-align:justify;">Ini menunjukkan bahwa <strong>perceraian adalah perbuatan yang dicintai setan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apabila dikhawatirkan terjadinya perpecahan antara suami istri, hendaklah hakim atau pemimpin mengirim dua orang juru damai. Satu dari pihak suami dan satu lagi dari pihak istri untuk mengadakan perdamaian antara keduanya. Apabila keduanya damai, maka Alhamdulillah. Namun apabila permasalahan terus berlanjut antara keduanya kepada jalan yang telah digariskan dan keduanya tidak mampu menegakkan batasan-batasan Alloh (syari’at dan hukum-hukum-Nya) di antara keduanya. Yaitu istri tidak lagi mampu menunaikan hak suami yang disyari’atkan dan suami tidak mampu menunaikan hak istrinya, serta batas-batas Alloh menjadi terabaikan di antara keduanya dan keduanya tidak mampu menegakkan ketaatan kepada Alloh, maka ketika itu urusannya seperti yang Alloh firmankan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Dan jika keduanya bercerai, maka Alloh akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Alloh Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahabijaksana. (QS. an-Nisa’ [4]: 130) </span><span style="font-size:x-small;">(2)<br />
</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>__________________________________________________ </em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"> (2)     Dinukil dari Fiqh Ta’ammul bainaz-Zaujaini (hlm. 87–92) secara ringkas.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">Alloh Ta’ala berfirman:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka telah memberikan nafkah dan hartanya. Maka perempuan-perempuan yang sholih adalah mereka yang taat (kepada Alloh) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Alloh telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz</span><span style="font-size:x-small;"> (3)</span><span style="color:#0000ff;"> , hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Alloh Mahatinggi lagi Mahabesar. Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Alloh memberi taufiq kepada suami istri itu. Sungguh, Alloh Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (QS. an-Nisa’ [4]: 34–35)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>__________________________________________________ </em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"> (3)   Nusyuz yaitu meninggalkan kewajibannya selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa seizin suaminya.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hakikatnya, perceraian dibolehkan menurut syari’at Islam, dan ini merupakan hak suami. Hukum talak (cerai) dalam syari’at Islam adalah dibolehkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun hadits yang mengatakan bahwa “perkara halal yang dibenci oleh Alloh adalah talak (cerai)” yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2178), Ibnu Majah (no. 2018), dan al-Hakim (2/196) adalah hadits lemah. Hadits ini dilemahkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam al-‘Ilal, dilemahkan pula oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa ul Gholil (no. 2040).</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun talak (cerai) dibolehkan dalam ajaran Islam, tetapi seorang suami tidak boleh terlalu memudahkan masalah ini. Ketika seorang suami akan menjatuhkan talak, ia harus berpikir tentang maslahat (kebaikan) dan mafsadat (kerusakan) yang mungkin timbul akibat perceraian agar jangan sampai membawa kepada penyesalan yang panjang. Ia harus berpikir tentang dirinya, istrinya, dan anak-anaknya, serta tanggung jawabnya di hadapan Alloh  pada hari kiamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian bagi istri, bagaimanapun kemarahannya kepada suami, hendaklah ia tetap sabar dan janganlah sekali-kali ia menuntut cerai kepada suaminya. Terkadang ada istri meminta cerai disebabkan masalah kecil atau karena suaminya menikah lagi (berpoligami) atau menyuruh suaminya menceraikan madunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini tidak dibenarkan dalam agama Islam. Jika si istri masih terus menuntut cerai, maka haram atasnya aroma surga, berdasarkan sabda Nabi :<br />
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ.</p>
<p style="text-align:justify;">“Siapa saja wanita yang menuntut cerai kepada suaminya tanpa ada alasan yang benar, maka haram atasnya aroma surga.” <span style="font-size:x-small;">(4) </span><br />
Abu Huroiroh berkata:<br />
نَهَى رَسُوْلِ اللهِ n: &#8230; وَلَا تَسْأَلُ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْفَأَ مَا فِيْ إِنَائِهَا &#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">“Rosululloh  melarang: ‘… dan janganlah seorang istri meminta (suaminya) untuk menceraikan saudari (madu)nya agar memperoleh nafkahnya.’” <span style="font-size:x-small;">(5) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>__________________________________________________</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">(4)     Hadits shohih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2226), Tirmidzi (no. 1187), Ibnu Majah (no. 2055), Darimi (2/162), Ibnul Jarud (no. 748), Ibnu Hibban (no. 1320), ath-Thobari dalam Tafsir-nya (no. 4843–4844), al-Hakim (2/200), al-Baihaqi (7/316), dari Tsauban .<br />
(5) Hadits shohih: Diriwayatkan oleh al-Bukhori (no. 2140), Muslim (no. 1515 (12)), dan Nasa i (7/258).</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam agama Islam dibolehkan poligami (menikahi lebih dari satu istri) dan ini sama sekali bukan untuk menyakiti wanita atau berbuat zholim kepada wanita, melainkan disyari’atkan untuk mengangkat derajat wanita dan menghormati mereka. Sebab poligami telah disyari’atkan oleh Alloh Yang Mahaadil, Mahabijaksana, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap keluarga selalu mendambakan terwujudnya rumah tangga yang bahagia, diliputi sakinah, mawaddah, dan rohmah. Oleh karena itu, setiap suami dan istri wajib menunaikan hak dan kewajibannya sesuai dengan syari’at Islam dan bergaul dengan cara yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya, wanita tidak boleh meminta cerai dari suaminya tanpa alasan syar’i. Kepada suami istri, hendaklah selalu melaksanakan kewajiban yang Alloh bebankan kepadanya, menjauhi apa-apa yang dilarang, dan selalu berdo’a kepada Alloh agar dikaruniai pasangan dan keturunan yang sholih dan sholihah.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. al-Furqon [25]: 74)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Taman Pasutri Tagged: Istri, Keluarga, Suami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/almawaddah.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/almawaddah.wordpress.com/812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=almawaddah.wordpress.com&amp;blog=2261814&amp;post=812&amp;subd=almawaddah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.wordpress.com/2009/02/18/rumah-tangga-yang-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">al-Mawaddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kmpfurniture.com/admin/uploads/sofa-1F.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
