al-Mawaddah

Majalah Keluarga Muslim ( Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Rohmah )

Keindahan Ibadah Haji

Posted by al-Mawaddah pada 5 Januari, 2009

Oleh : Ustadz Abu Hafidz Zulkifli

{ al-Mawaddah Edisi Khusus ( 2 & 3 ) Tahun 2 }

Ibadah haji merupakan salah satu pilar Islam yang lima. Ia merupakan rangkaian ibadah khusus yang dilaksanakan di tempat yang agung dan pada waktu yang mulia. Tujuan Alloh mensyariatkan ibadah ini adalah untuk membentuk pribadi muslim yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur dan berakhlaq mulia. Dan, ibadah haji memiliki banyak kemudahan serta keutamaan yang tersembunyi.

Kewajiban Haji Hanya Bagi yang Mampu

Sudah dimaklumi bersama bahwa haji merupakan ibadah yang penuh dengan kesusahan dan pembebanan. Oleh karena itu, Islam menetapkan kewajiban berhaji ini dengan syari’atnya yang khusus yang menghilangkan atau minimalnya mengurangi beban tersebut. Seandainya tidak demikian, tentu kaum muslimin akan merasa kesulitan dan terbebani olehnya.

Haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu saja. Maknanya ia harus orang yang sehat jasmani, sanggup mengadakan perjalanan, memiliki bekal atau kendaraan yang dapat mengantarkannya beribadah haji. Tentunya harus juga mempunyai nafkah yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkannya. Dan siapa saja yang telah memiliki kemampuan berupa harta dan kesehatan jasmani, maka hal itu cukup menjadikan dirinya wajib menunaikan ibadah haji. Adapun apabila ia memiliki harta, tetapi fisiknya lemah maka ia wajib mencari orang lain untuk menghajikan dirinya. Sedangkan bila ia sehat jasmaninya, tetapi tidak mempunyai harta maka ia tidak diwajibkan berhaji, sebagaimana jika lemah harta dan fisiknya maka gugurlah kewajiban tersebut dari dirinya.

Haji Diwajibkan Hanya Sekali Seumur Hidup

Musim haji datang di setiap tahun. Namun Islam tidak mewajibkan kaum muslimin berhaji setiap tahun, dan ia hanya diwajibkan sekali seumur hidup seorang muslim maupun muslimah. Seandainya haji diwajibkan pada setiap tahun, tentu akan memberatkan kaum muslimin, terutama mereka yang tinggal di negeri yang sangat jauh yang sangat sulit atau bahkan tidak mungkin mereka mengerjakannya setiap tahun.
Dari sahabat Ibnu Abbas ia berkata: ‘ pernah berdiri lalu bersabda:

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ الْحَحَّ

“Sesungguhnya Alloh mewajibkan atas kalian ibadah haji”.
Maka Aqro’ bin Habis at-Tamimi berkata: Apakah diwajibkan pada setiap tahun, wahai Rosululloh? Maka beliau n diam, lalu bersabda:

لَوْ قُلْتُ نَعَمْ, لَوَجَبَتْ,ثُمَّ إِذًا لاَ تَسْمَعُوْنَ وَلاَ تٌطِيْقُوْنَ وَلَكِنَّهُ حَجَّةٌ وَاحِدَة.

“Seandainya aku mengatakan ya, maka sungguh akan diwajibkan (setiap tahun). Kemudian kalian tidak akan menaati dan tidak akan mampu mengamalkannya. Haji itu hanya (diwajibkan) sekali saja seumur hidup. (HR. an-Nasai: 2618 dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohih Sunan an-Nasai 2/237)

Meski demikian, boleh saja seorang muslim yang mampu melakukannya lebih dari sekali dan ia merupakan amalan sunnah yang banyak kebaikan dan keutamaannya.

Bolehnya Berumroh Pada Bulan-Bulan Haji

Bangsa Arab dahulu berkeyakinan bahwa ibadah umroh tidak boleh dilakukan pada bulan-bulan haji. Bila umroh dilakukan pada bulan-bulan haji maka ibadah tersebut tidak boleh dikatakan sebagai ibadah umroh. Maka Islam datang menghapus keyakinan tersebut. Sehingga kaum muslimin boleh melakukan ibadah umroh pada bulan-bulan haji untuk memberi kemudahan bagi mereka yang datang dari berbagai daerah yang jauh, yang mana terkadang mereka datang ke Makkah sebelum waktu haji.

Seandainya Islam tidak membolehkan ibadah umroh dilakukan pada bulan-bulan haji, tentu hal ini akan menyulitkan. Sebab, berarti orang yang melakukan haji harus tetap dalam keadaan ihrom sampai ia menyelesaikan hajinya, dimana selama itu mereka tidak boleh memotong kuku dan rambut, harus membiarkan kepala tetap terbuka, menghindari wangi-wangian, pakaian yang berjahit dan menghindari berhubungan badan dengan istri-istri mereka. Tidak diragukan lagi semua itu merupakan beban yang sangat berat.

Keutamaan Yang Tersembunyi Di Balik Ibadah Haji

Selain kemudahan-kemudahan di atas, ibadah ini juga banyak menyimpan kebaikan dan rahasia yang indah. Di antaranya adalah:

1. Ibadah haji merupakan sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menghilangkan perbedaan yang ada di antara mereka seperti perbedaan ras, bangsa, warna kulit, bahasa, tanah air, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Sehingga yang nampak hanyalah kebersamaan dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh semata. Hal ini terlihat dari warna pakaian mereka yang sama, kiblat mereka yang satu, dan Robb mereka yang Esa.

2. Ibadah haji sebagai sarana latihan kesabaran bagi kaum muslimin, dan juga sebagai pengingat akan adanya hari akhirat dan hari pertemuan yang agung di tanah yang satu, yaitu di Padang Mahsyar. Alloh q berfirman:

(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Robb semesta alam. (QS. al-Muthoffifin [83]: 6)

Dengan mengingat semua itu mereka akan merasakan adanya kelezatan ibadah dengan hati yang tulus, sehingga tumbuhlah kesadaran mereka akan kebesaran Alloh Mereka akan sadar bahwa sesungguhnya makhluk sangat membutuhkan-Nya.

3. Musim haji merupakan musim panen pahala bagi kaum muslimin. Sebab di musim itu, satu amal kebaikan akan dilipatgandakan menjadi beberapa kali lipat serta akan dihapus beberapa kesalahan. Tatkala berhaji, seorang hamba bersimpuh di hadapan Robbnya dan berdiri mengakui keesaan-Nya, ia akan menyesali semua dosa yang pernah ia lakukan, serta menyadari bahwa Robbnya memiliki hak yang harus ia tunaikan. Sehingga usai melakukan ibadah ini, ibarat ia baru dilahirkan keluar dari rahim ibunya dalam keadaan suci tanpa dosa.

Dari sahabat Abu Huroiroh berkata: ‘Aku pernah mendengar bersabda:

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji karena Alloh dan tidak melakukan rofats dan tidak pula berbuat fasik, maka akan kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhori: 1521)

4. Ibadah haji akan mengingatkan kaum muslimin kepada perjalanan hidup para nabi dan rosul, terutama dalam hal beribadah, dakwah, jihad dan akhlak mereka. Mengingatkan pula akan sikap mereka dalam mengambil keputusan untuk siap berpisah dengan keluarga dan anak-anak mereka dalam rangka menempuh risiko dakwah yang amat berat.

5. Ibadah haji juga bisa menjadi tolak ukur bagi kaum muslimin untuk mengetahui mana orang-orang yang berilmu dan mana yang bodoh, atau apakah mereka tergolong orang yang kaya atau orang yang miskin, atau apakah mereka orang yang istiqomah ataukah tergolong orang yang menyimpang.

6. Melalui pelaksanaan ibadah haji, seorang muslim dapat bertemu dengan para ulama, sehingga tatkala itu ia dapat menanyakan berbagai macam permasalahan yang ia hadapi kepada mereka; baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri, keluarganya atau kaum muslimin secara umum. Ia bisa mengkaji dan memusyawarahkannya hingga ditemukan pemecahan dan jalan keluar atas segala permasalahan tersebut.

7. Dengan haji, seseorang membiasakan diri untuk bertawakal kepada Alloh. Sebab, dalam ibadah haji terdapat berbagai kesulitan yang membuat ia mungkin tidak kuasa menanggungnya. Sehingga ia menyerahkan segala urusannya hanya kepada Alloh semata.

Demikian beberapa kemudahan dan keindahan syari’at Islam yang terdapat dalam ibadah haji. Semoga bisa memberikan manfaat dan motivasi menuju penunaian ibadah tersebut bagi kita semua.

Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: