al-Mawaddah

Majalah Keluarga Muslim ( Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Rohmah )

Posts Tagged ‘Keluarga’

Rumah Tangga yang Ideal

Posted by al-Mawaddah pada 18 Februari, 2009

Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketenteraman jiwa), mawaddah (rasa cinta), dan rohmah (kasih sayang). Alloh Ta’ala berfirman:

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang berpikir. (QS. ar-Rum [30]: 21)

Baca Selengkapnya…

Posted in Taman Pasutri | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Ummu Sulaim “Pemilik Mahar Termulia”

Posted by al-Mawaddah pada 6 Januari, 2009

Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani

{ al-Mawaddah Edisi 04  Tahun 2 }

Rosululloh bersabda:

Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494)

Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih dikenal dengan kunyahnya yaitu Ummu Sulaim . Ia adalah sosok wanita yang selalu dekat dengan Rosululloh.

Baca Selengkapnya…

Posted in Nisa', Qudwah | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Mengusir Rasa Gundah dan Resah Kala Usia Senja Tiba

Posted by al-Mawaddah pada 3 Januari, 2009

Oleh :Ustadz Zaenal Abidin, LC

( al-Mawaddah Edisi 12 Tahun 1 )

Bersyukur atas Karunia Umur

Alloh telah mencurahkan kenikmatan yang banyak dan karunia yang tidak terkira kepada manusia, maka menjadi suatu kewajiban bagi hamba Alloh untuk bersyukur, sementara syukurnya manusia merupakan tujuan akhir dari penciptaannya, sebagaimana firman Alloh :

Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. { QS. an-Nahl [16]: 78 }

Hidup manusia di alam fana tidak terlepas dari nikmat dan rohmat Alloh . Nikmat yang dikaruniakan Alloh kepada manusia tidak terhitung jumlahnya, sebagaimana firman Alloh :

Baca Selengkapnya…

Posted in Nashihati | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Fenomena dan Bahaya hasad

Posted by al-Mawaddah pada 31 Desember, 2008

Oleh: Ustadz Abu Qotadah

(al-Mawaddah Edisi 10 Tahun 1 )

Hasad merupakan akhlaq yang tercela, akhlaq syaithoniyyah, dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Maka perhatikanlah bahaya-bahayanya agar kita bisa menjauhinya.

1. Hasad termasuk akhlaq orang Yahudi.

Alloh berfirman:

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…. (QS. al-Baqoroh [2]: 109)

Baca Selengkapnya…

Posted in Akhlaqul Karimah | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Akhlaq Tercela dan Penanggulangannya

Posted by al-Mawaddah pada 21 Desember, 2008

Oleh: Ustadz Mubarak bin Mahfudh Bamu’allim

( al-Mawaddah Edisi 9 Tahun 1 )

Salah satu problem umat yang dihadapi kaum muslimin adalah keburukan akhlaq atau dekadensi moral yang menimpa berbagai kalangan. Akibatnya adalah terjadi kerusakan yang tidak sedikit di bumi Alloh ini; kerusakan dalam berperilaku terhadap Alloh, kedua orang tua, tetangga, sesama manusia dan terhadap lingkungan. Demikian pula keburukan berperilaku tampak dalam bermu’amalah, dalam menjalankan tugas, dalam mengemban dan menjalankan amanah, dalam berumah tangga, dalam bertetangga, dan seterusnya. Gaya hidup egoistik, ingin menang sendiri, merasa paling kuat, sikap kasar dalam bertindak dan bertutur kata, serta berbagai perangai buruk lainnya, telah mewarnai gaya hidup manusia (sebagian kaum muslimin) di era globalisasi ini.

Fenomena ini terus berlanjut tak terkendalikan, sehingga terasa seakan-akan kaum muslimin tidak memiliki pedoman hidup. Padahal al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh penuh dengan tuntunan kemanusiaan yang luhur. Demikian pula lembaran sejarah perjalanan ulama muslimin dan kaum muslimin di masa lalu penuh dengan contoh dan teladan yang patut dicatat dengan tinta emas.

Baca Selengkapnya…

Posted in Nashihati | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Berdakwah kepada orang tua bagaimanakah caranya?

Posted by al-Mawaddah pada 15 Desember, 2008

Oleh: Ustadz Abu Ammar Muhammad Wujud

( al-Mawaddah Edisi 8 Tahun 1 )

Segala puji milik Alloh yang telah menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik dan mulia di sisi-Nya, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut setianya sampai hari akhir. Materi dakwah (baca: amar ma’ruf nahi munkar) bukanlah hal yang asing di telinga kita, namun praktiknya secara benar merupakan hal yang langka.

Tidak sedikit didapati kaum muslimin melakukannya tanpa berbekal ilmu sehingga justru mendatangkan kemadhorotan. Terkadang didapati seseorang telah sedemikian semangat dalam berdakwah kepada masyarakat tetapi dia lupa kepada keluarga dekatnya bahkan kepada kedua orang tuanya. Terkadang pula didapati mereka yang bersemangat dalam berdakwah kepada keluarga dekat juga kepada orang tuanya tetapi tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang mesti dilakukan sehingga bukan kebaikan yang dia dapat akan tetapi justru kejelekan, bukan dengan perbuatan tersebut dia berbuat baik kepada orang tua (baca: birrul walidain) tetapi justru berbuat durhaka kepada keduanya (baca: ‘uququl walidain).

Pentingnya Berdakwah
Ada beberapa hal yang menunjukkan pentingnya berdakwah (baca: amar ma’ruf nahi munkar)
Baca Selengkapnya…

Posted in Usrotuna | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Kesabaran Seorang Istri

Posted by al-Mawaddah pada 10 Desember, 2008

Oleh: Abu dan Ummu Ahmad

( al-Mawaddah Edisi 7 Tahun 1 )

Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Salam dan sholawat semoga selalu tercurah kepada seutama-utama pendidik, Rosululloh Muhammad, keluarga, para sahabat, serta para pengikutnya dengan baik hingga hari kiamat.

Kehidupan ini penuh dengan tantangan dan kesulitan. Ia bukanlah tempat hunian yang penuh bertaburkan bunga dan bukan pula “bulan madu”1 seperti yang banyak digambarkan dan dibayangkan oleh kebanyakan wanita. Akan tetapi, seorang wanita harus memahami bahwa dirinya mau tidak mau harus mengemban tanggung jawab dan pengorbanan berat yang bagi seorang muslimah hal ini dianggap sebagai bentuk manisnya iman.

Jika wanita muslimah mengetahui hal tersebut, tentu dia akan mampu menghadapi kehidupan ini, mengendalikan kecenderungan nafsu, menahan bisikan-bisikan setan, tidak tunduk kepada syahwatnya, serta lapang dada dan tabah menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Dia tidak menampakkan kejenuhan dan kebosanan terhadap suami (khususnya), atau terhadap orang lain, atau bahkan terhadap orang yang paling dekat dengannya, ayah ibunya. Dia akan menampakkan diri sebagai orang yang sabar dan ridho terhadap taqdir Alloh.

Baca Selengkapnya…

Posted in Nashihati | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Suami Yang Murah Hati dan Istri Yang Mensyukuri

Posted by al-Mawaddah pada 9 Desember, 2008

Oleh: Abu Ammar al-Ghoyami

Nafkah istri atau sering disebut ‘uang belanja’ ternyata memiliki peran yang cukup apik bagi banyak pasutri. Ia juga berperan aktif dalam menopang kokohnya bangunan rumah tangga. Bagi suami yang bertipe laki-laki sejati yang bertanggung jawab akan mudah baginya memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara halal lagi baik, sehingga akan membahagiakan istri dengan memenuhi hak-haknya.   Di sisi lain, ada istri yang bertipe tak tahu diuntung, tidak lagi peduli dengan apa yang harus dia lakukan dengan nafkah pemberian suaminya, maka petaka pun tak kuasa dihindari dan badai pun mengguncang biduk yang sedang berlayar di tengah samudra.

Cekcok terjadi, maudhu’ (tema)-nya “belanja keluarga”. Yang dipermasalahkan, pada umumnya bukan perihal suami yang tidak sedikitpun memberi istri belanja keluarga, namun tentang sedikitnya jumlah belanja yang diberikan sementara kemampuan suami sangat terbatas dalam memberi nafkah yang mencukupi, juga karena tuntutan istri kepada suaminya meminta uang belanja yang lebih besar jumlahnya serta tidak merasa cukup dengan nafkah yang wajar dan sesuai dengan keadaan. Hal-hal inilah yang mengakibatkan timbulnya keluhan dan benturan dalam kehidupan pasutri.

Baca Selengkapnya…

Posted in Taman Pasutri | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »